
Selandia Baru Tarik Dukungan Untuk Gianni Infantino
Selandia Baru Tarik Dukungan New Zealand Football resmi menarik dukungannya terhadap Gianni Infantino menjelang pemilihan presiden FIFA 2027. Keputusan tersebut menjadi pukulan baru bagi Infantino setelah kontroversi terkait rencana investasi FIFA. Selain itu, Selandia Baru meminta peninjauan independen terhadap tata kelola dan proses pengambilan keputusan FIFA.
New Zealand Football mengumumkan pencabutan dukungan terhadap pencalonan Infantino pada Jumat, 14 Agustus 2026. Federasi tersebut sebelumnya memberikan dukungan kepada Infantino untuk melanjutkan kepemimpinannya sebagai presiden FIFA. Namun, perkembangan terbaru membuat mereka mengubah sikap menjelang Kongres FIFA 2027. Keputusan tersebut sekaligus menunjukkan meningkatnya kekhawatiran terhadap arah kepemimpinan organisasi sepak bola dunia.
New Zealand Football menyatakan kepercayaan terhadap kepemimpinan FIFA mengalami penurunan. Karena itu, mereka menilai di perlukan langkah untuk memulihkan kepercayaan anggota. Selain itu, federasi tersebut meminta adanya peninjauan independen terhadap persoalan yang sedang berkembang. Sikap tersebut membuat Selandia Baru berbeda dari posisi mayoritas konfederasi sepak bola Oseania.
Sebelumnya, Selandia Baru juga menyuarakan kekhawatiran mengenai transparansi dalam pengelolaan FIFA. Federasi tersebut mengakui adanya manfaat dari kepemimpinan Infantino selama beberapa tahun terakhir. Namun, manfaat tersebut di nilai tidak menghapus persoalan kepercayaan yang muncul belakangan. Oleh sebab itu, Selandia Baru memilih mengambil sikap independen dalam menentukan dukungan politiknya.
Selandia Baru Tarik Dukungan keputusan tersebut juga datang menjelang pemilihan presiden FIFA yang di jadwalkan berlangsung pada Maret 2027. Infantino saat ini masih menjadi satu-satunya kandidat yang di ketahui mencalonkan diri. Dengan demikian, pencabutan dukungan Selandia Baru menjadi perkembangan penting dalam persaingan tersebut. Apalagi, sejumlah federasi lain juga mulai mempertanyakan kepemimpinan Infantino.
Kontroversi Rencana Investasi FIFA Jadi Sorotan
Kontroversi Rencana Investasi FIFA Jadi Sorotan salah satu pemicu utama kontroversi adalah rencana FIFA Forward Enterprise yang melibatkan investasi swasta. Rencana tersebut sempat mencakup penjualan sekitar 20 persen hak komersial kompetisi FIFA. Nilai investasi yang di rencanakan mencapai sekitar 4,2 miliar dolar AS. Namun, rencana tersebut akhirnya di hentikan setelah mendapatkan kritik luas dari berbagai konfederasi.
UEFA, AFC, dan CONCACAF termasuk pihak yang mempertanyakan proses serta transparansi rencana tersebut. Ketiga konfederasi tersebut mewakili 136 dari 211 anggota FIFA. Karena itu, kritik mereka berpotensi memberikan tekanan besar terhadap posisi Infantino. Selain itu, mereka menyerukan peninjauan independen untuk mengevaluasi proses pengambilan keputusan FIFA.
Selandia Baru kemudian mengambil langkah lebih tegas dengan mencabut dukungannya. Federasi tersebut menilai persoalan tersebut telah menyebabkan perpecahan dalam sepak bola internasional. Bahkan, mereka menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pemerintahan FIFA. Dengan demikian, keputusan tersebut tidak hanya berkaitan dengan satu kebijakan investasi.
Di sisi lain, Oceania Football Confederation tetap memberikan dukungan terhadap kepemimpinan Infantino. OFC mengapresiasi perkembangan sepak bola kawasan tersebut selama masa kepemimpinan Infantino. Namun, konfederasi itu juga mendukung adanya peninjauan terhadap rencana FIFA Forward Enterprise. Situasi tersebut menunjukkan adanya perbedaan pandangan antara OFC dan anggota terbesarnya.
Selandia Baru Tarik Dukungan Posisi Infantino Menghadapi Tantangan Baru
Selandia Baru Tarik Dukungan Posisi Infantino Menghadapi Tantangan Baru pencabutan dukungan Selandia Baru menambah tekanan terhadap Infantino menjelang pemilihan FIFA 2027. Sebelumnya, sejumlah konfederasi besar telah menyampaikan kritik terhadap kepemimpinannya. Namun, Infantino masih mendapatkan dukungan kuat dari beberapa kawasan, terutama Afrika dan sebagian negara Asia. Karena itu, persaingan menuju pemilihan presiden FIFA masih sulit di prediksi.
Infantino membutuhkan dukungan mayoritas anggota FIFA untuk mengamankan masa jabatan berikutnya. Saat ini, sejumlah negara tetap menyatakan dukungan terhadap pencalonannya. Bahkan, beberapa federasi Arab secara terbuka mendukung Infantino setelah kontroversi rencana investasi tersebut. Situasi ini memperlihatkan bahwa dukungan terhadap presiden FIFA masih terbagi di antara anggota.
Sementara itu, Selandia Baru berharap peninjauan independen dapat membantu memulihkan kepercayaan terhadap FIFA. Federasi tersebut juga ingin keputusan penting organisasi di lakukan secara lebih transparan. Dengan demikian, pencabutan dukungan bukan sekadar perubahan posisi menjelang pemilihan. Langkah tersebut menjadi pesan mengenai pentingnya tata kelola dalam organisasi sepak bola dunia.
Kini, perhatian tertuju pada perkembangan dukungan terhadap Infantino sebelum Kongres FIFA 2027. Pencabutan dukungan Selandia Baru dapat mendorong federasi lain mempertimbangkan kembali posisi mereka. Namun, Infantino masih memiliki sejumlah pendukung kuat dari berbagai konfederasi. Oleh karena itu, dinamika politik FIFA di perkirakan semakin intens menjelang pemilihan presiden pada Maret 2027 Selandia Baru Tarik Dukungan.